Sindikat Judi Online Tertangkap di Tiga Hotel Surabaya

Polisi menangkap beberapa sindikat judi online di tiga hotel yang berbeda di Surabaya. Sindikat yang berjumlah enam orang ini, berbagi peran sebagai pemain dan admin, mereka semua ditangkap Subnit VC Unit Jatanras pada awal Juli 2020 lalu.

AKBP Sudamiran Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan bahwa, sindikat ini ditangkap di tempat terpisah di sebuah apartemen kawasan Surabaya Barat, dan hotel pertama kawasan Manyar Surabaya, dan hotel kedua kawasan Jemursari Surabaya.

Beberapa Cara yang dipakai sindikat judi online tersebut adalah dengan cara memasang permainan judi baccarat online dengan memakai sistem bonus hunter, yaitu mencari keuntungan dan bonus, dengan bermain judi sebanyak-banyaknya dan dengan menggunakan akun sebanyak-banyaknya.

Baccarat sendiri merupakan salah satu jenis permainan dalam casino. Baccarat dimainkan memakai kartu remi dan terdapat 2 posisi kotak yang berisi pilihan Player dan Banker. Nantinya akan diletakkan kartu, pemain diminta menebak nilai tertinggi terletak pada kotak yang mana. Jika pemain berhasil menebak dengan benar, pemain akan mendapatkan sejumlah uang.

Mereka mengakses dan mendaftar website judi online lalu melakukan pendaftaran ke situs judi tersebut dan mengisi deposit ke situs judi tersebut kemudian memainkan situs-situs tersebut dengan berkelompok,

Pelaku inisial B berperan sebagai perekrut sindikat ini, yang membuat grup bonus hunter terdiri dari 2 buah tim. 1 tim terdiri dari 3 orang anggota dan setiap anggota nya masing – masing mengelola 20 akun situs judi online. Tim pertama berada di hotel Swiss Bell Manyar, di beri nama S01 beranggotakan GKS, AR, AF. Kemudian tim kedua yaitu tim Luminor diberi nama S02 dengan anggota Y, M, RA. Mereka bekerja dengan cara di bagi 2 shift 1×12 jam untuk melakukan permainan judi.

judi online surabaya

Dan dari hasil penangkapan sindikat judi online ini, penyidik menyita beberapa barang bukti. Diantaranya beberapa ponsel, beberapa buku rekening dari berbagai bank, router wifi, ipad, laptop, buku rekapan judi, dan kalkulator.

Menurut keterangan AKBP Sudamiran, saat ini pihaknya sedang mengembangkan kasus ini ke jaringan bandar.

Tagged with:

Tinggalkan sebuah Komentar